.

Golongan Lelaki yg Akan Ditarik masuk Ke dalam Neraka


Di akhirat nanti ada 4 golongan lelaki yg akan ditarik masuk ke neraka oleh wanita. Lelaki itu adalah mereka yg tidak memberikan hak kpd wanita dan tidak menjaga amanah itu. Mereka ialah:

1. Ayahnya

Apabila seseorang yg bergelar ayah tidak mempedulikan anak2 perempuannya didunia. Dia tidak memberikan segala keperluan agama seperti mengajar solat,mengaji dan sebagainya Dia membiarkan anak2 perempuannya tidak menutup aurat. Tidak cukup kalau dgn hanya memberi kemewahan dunia sahaja. Maka dia akan ditarik ke neraka oleh anaknya.


2. Suaminya

Apabila sang suami tidak mempedulikan tindak tanduk isterinya. Bergaul! Bebas di pejabat, memperhiaskaN diri bukan utk suami tapi utk pandangan kaum lelaki yg bukan mahram. Apabila suami mendiam diri walaupun seorang yg alim dimana solatnya tidak pernah bertangguh, saumnya tidak tinggal, maka dia akan turut ditarik oleh isterinya bersama-sama ke dlm neraka.


3. Abang-abangnya

Apabila ayahnya sudah tiada,tanggungjawab menjaga maruah wanita jatuh ke bahu abang abangnya dan saudara lelakinya. Jikalau mereka hanya mementingkan keluarganya sahaja dan adiknya dibiar melencong dari ajaran Islam,tunggulah tarikan adiknya di akhirat kelak.


4. Anak2 lelakinya

Apabila seorang anak tidak menasihati seorang ibu perihal kelakuan yg haram disisi Islam. bila ibu membuat kemungkaran mengumpat, memfitnah, mengata dan sebagainya...maka anak itu akan disoal dan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak....dan nantikan tarikan ibunya ke neraka.


Firman Allah S.W.T;

"Hai anak Adam, peliharalah diri kamu serta ahlimu dari api neraka dimana bahan bakarnya ialah manusia, jin dan batu-batu...."

Suatu ketika, ada seorang pedagang kaya yang mempunyai empat orang isteri. Dia mencintai isteri yang keempat dan memberikan harta dan kesenangan yang banyak. Sebab, isteri keempat adalah yang tercantik di antara kesemua isterinya. Maka, tidak hairan lelaki ini sering memberikan yang terbaik untuk isteri keempatnya itu.


Pedagang itu juga mencintai isterinya yang ketiga. Dia sangat bangga dengan isterinya ini, dan sering berusaha untuk memperkenalkan isteri ketiganya ini kepada semua temannya. Namun dia juga selalu bimbang kalau-kalau isterinya ini akan lari dengan lelaki yang lain.


Begitu juga dengan isterinya yang kedua. Dia juga sangat menyukainya. Dia adalah seorang isteri yang sabar dan penuh pengertian. Bila-bila masa pun apabila pedagang ini mendapat masalah, dia selalu meminta pandangan isterinya yang kedua ini. dialah tempat bergantung. Dia selalu menolong dan mendampingi suaminya melalui masa-masa yang sulit.


Sama halnya dengan isterinya yang pertama. Dia adalah pasangan yang sangat setia. Dia sering membawa kebaikan bagi kehidupan keluarga ini. Dialah yang merawat dan mengatur semua kekayaan dan usaha si suami. Akan tetapi si pedangang tidak begitu mencintainya. Walaupun isteri pertamanya ini begitu sayang kepadanya namun, pedagang ini tidak begitu memperdulikannya.


Suatu ketika, si pedagang sakit. Kemudian dia menyedari mungkin masa untuknya hidup tinggal tidak lama lagi. Dia mula merenungi semua kehidupan indahnya, dan berkata dalam hati, "Saat ini, aku punya empat orang isteri. Namun, apabila aku meninggal, aku akan sendiri. Betapa menyedihkan jika aku harus hidup sendiri."


Lalu dia meminta semua isterinya datang dan kemudian mulai bertanya pada isteri keempatnya, "Kaulah yang paling kucintai, kuberikan kau gaun dan perhiasan yang indah. Nah sekarang, aku akan mati, mahukah kau mendampingiku dan menemaniku?" Isteri keempatnya terdiam. "Tentu ! saja tidak!" jawab isterinya yang keempat, dan pergi begitu sahaja tanpa berkata-kata lagi. Jawapan itu sangat menyakitkan hati seakan-akan ada pisau yang terhunus dan menghiris-hiris hatinya.


Pedagang yang sedih itu lalu bertanya kepada isteri ketiganya, "Aku pun mencintaimu sepenuh hati, dan saat ini, hidupku akan berakhir. Mahukah kau ikut denganku, dan menemani akhir hayatku?". Isteri ketiganya menjawab, "Hidup begitu indah di sini. Aku akan menikah lagi jika kau mati". Pedagang begitu terpukul dengan jawapan isteri ketiganya itu.


Lalu, dia bertanya kepada isteri keduanya, "Aku selalu berpaling padamu setiap kali mendapat masalah. Dan kau selalu mahu membantuku. Kini, aku perlu sekali pertolonganmu. Kalau aku mati, mahukah kau ikut dan mendampingiku?" Si isteri kedua menjawab perlahan, "Maafkan aku...aku tak mampu menolongmu kali ini. Aku hanya boleh menghantarmu ke liang kubur saja. Nanti, akan kubuatkan makam yang indah buatmu."


Jawapan itu seperti kilat yang menyambar. Si pedagang kini berasa putus asa. Tiba-tiba terdengar satu suara, "Aku akan tinggal denganmu. Aku akan ikut ke manapun kau pergi. Aku, tak akan meninggalkanmu, aku akan setia bersamamu." Si pedagang lalu menoleh ke arah suara itu dan mendapati isteri pertamanya yang berkata begitu. Isteri pertamanya tampak begitu kurus.


Badannya seperti orang yang kelaparan. Berasa menyesal, si pedagang Lalu berguman, "Kalau saja aku mampu melayanmu lebih baik pada saat aku mampu, tak akan kubiarkan kau seperti ini isteriku."

Teman, sesungguhnya kita punya empat orang isteri dalam hidup ini;
ISTERI KEEMPAT adalah tubuh kita. Seberapa banyak waktu dan belanja Yang kita keluarkan untuk tubuh kita supaya tampak indah dan gagah, semuanya akan hilang. Ia akan pergi segera apabila kita meninggal. Tak ada keindahan dan kegagahan yang tersisa saat kita menghadapNYA.


ISTERI KETIGA adalah status sosial dan kekayaan kita. Saat kita meninggal, semuanya akan pergi kepada yang lain. Mereka akan berpindah dan melupakan kita yang pernah memilikinya.


ISTERI KEDUA pula adalah kerabat dan teman-teman. Seberapa pun dekat hubungan kita dengan mereka, mereka tak akan mampu bersama kita selamanya. Hanya sampai kuburla mereka akan menemani kita.


DAN SESUNGGUHNYA ISTERI PERTAMA adalah jiwa dan amal kita. Mungkin kita sering mengabaikan dan melupakannya demi kekayaan dan kesenangan peribadi.


Namun, sebenarnya, hanya jiwa dan amal kita sajalah yang mampu untuk terus setia dan mendampingi kemanapun kita melangkah. Hanya amal yang mampu menolong kita diakhirat kelak.


Jadi, selagi mampu, perlakukanlah jiwa dan amal kita dengan bijak. Jangan sampai kita menyesal kemudian hari!...

Hari Jumaat adalah hari yang mulia, dan kaum muslimin di seluruh penjuru dunia memuliakannya. Keutamaan yang besar tersebut menuntut umat Islam untuk mempelajari petunjuk Rasulullah dan sahabatnya, bagaimana seharusnya menyambut hari tersebut agar amal kita tidak sia-sia dan mendapatkan pahala dari Allah ta’ala. Berikut ini beberapa adab yang harus diperhatikan bagi setiap muslim yang ingin menghidupkan syariat Nabi SAW pada hari Jumaat.

1. Memperbanyak Sholawat Nabi

Rasulullah SAW bersabda yang artinya, “Sesungguhnya hari yang paling utama bagi kalian adalah hari Jumaat, maka perbanyaklah sholawat kepadaku di dalamnya, karena sholawat kalian akan ditunjukkan kepadaku, para sahabat berkata: ‘Bagaimana ditunjukkan kepadamu sedangkan engkau telah menjadi tanah?’ Nabi bersabda: ‘Sesungguhnya Allah mengharamkan bumi untuk memakan jasad para Nabi.”* (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, An-Nasa’i)

2. Mandi Jumaat

Mandi pada hari Jumaat wajib hukumnya bagi setiap muslim yang baligh berdasarkan hadits Abu Sa’id Al Khudri, di mana Rasulullah bersabda yang artinya, *“Mandi pada hari Jumat adalah wajib bagi setiap orang yang baligh.”* (Shahih HR. Bukhori dan Muslim). Mandi Jumat ini diwajibkan bagi setiap muslim pria yang telah baligh, tetapi tidak wajib bagi anak-anak, wanita, orang sakit dan musafir. Sedangkan waktunya adalah sebelum berangkat sholat Jumat. Adapun tata cara mandi Jumat ini seperti halnya mandi janabah biasa (menyiram seluruh anggota tubuh). Rasulullah bersabda yang artinya, *”Barang siapa mandi Jumat seperti mandi janabah.”* (Shahih HR. Bukhari dan Muslim)

3. Menggunakan Minyak Wangi

Nabi SAW bersabda yang artinya, *”Barang siapa mandi pada hari Jumat dan bersuci semampunya, lalu memakai minyak rambut atau minyak wangi kemudian berangkat ke masjid dan tidak memisahkan antara dua orang, lalu sholat sesuai yang ditentukan baginya dan ketika imam memulai khotbah, ia diam dan mendengarkannya maka akan diampuni dosanya mulai Jumaat ini sampai Jumat berikutnya.” * (Shahih HR. Bukhari dan Muslim)


4. Bersegera Untuk Berangkat ke Masjid

Anas bin Malik berkata, *”Kami berpagi-pagi menuju sholat Jumat dan tidur siang setelah sholat Jumaat.”* (Shahih HR. Bukhari). Al Hafidz Ibnu Hajar berkata, *”Makna hadits ini yaitu para sahabat memulai sholat Jumaat pada awal waktu sebelum mereka tidur siang, berbeda dengan kebiasaan mereka pada sholat zuhur ketika panas, sesungguhnya para sahabat tidur terlebih dahulu, kemudian sholat ketika matahari telah rendah panasnya.”* (Lihat *Fathul Bari II/388)


5. Sholat Sunat Ketika Menunggu Imam atau Khatib

Abu Huroiroh RA menuturkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, *”Barang siapa mandi kemudian datang untuk sholat Jumaat, lalu ia sholat semampunya dan dia diam mendengarkan khotbah hingga selesai, kemudian sholat bersama imam maka akan diampuni dosanya mulai jum’at ini sampai jumaat berikutnya ditambah tiga hari.”* (Shahih HR. Muslim)


6. Tidak Duduk dengan Memeluk Lutut Ketika Khatib Berkhotbah

“Sahl bin Mu’ad bin Anas mengatakan bahwa Rasulullah melarang Al Habwah (duduk sambil memegang lutut) pada saat sholat Jumaat ketika imam sedang berkhotbah.” * (Hasan HR. Abu Dawud, Tirmidzi)


7. Sholat Sunnah Setelah Sholat Jumaat

Rasulullah bersabda yang artinya, *“Apabila kalian telah selesai mengerjakan sholat Jumaat, maka sholatlah empat rakaat.”* Amr menambahkan dalam riwayatnya dari jalan Ibnu Idris, bahwa Suhail berkata, *“Apabila engkau tergesa-gesa karena sesuatu, maka sholatlah dua rakaat di masjid dan dua rakaat apabila engkau pulang.”* (Shahih HR. Muslim dan Tirmidzi)


8. Membaca Surat Al Kahfi

Nabi bersabda yang artinya, *”Barang siapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jumaat maka Allah akan meneranginya di antara dua Jumat.”* (HR. Imam Hakim dalam Mustadrok, dan beliau menshahihkannya)

Demikianlah sekelumit etika yang seharusnya diperhatikan bagi setiap muslim yang hendak menghidupkan ajaran Nabi Muhammad *shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika di hari Jumat. Semoga kita menjadi hamba-Nya yang senantiasa di atas sunnah Nabi-Nya dan selalu istiqomah di atas jalan-Nya.


Jadilah seorang lelaki
Yang beriman
Yang hatinya disalut rasa taqwa kepada ALLAH
Yang jiwanya penuh penghayatan kepada islam
Yang sentiasa haus dengan ilmu
Yang sentiasa dahaga akan pahala
Yang solatnya adalah maruah dirinya
Yang tidak pernah takut untuk berkata benar
Yang tidak pernah gentar untuk melawan nafsu
Yang sentiasa bersama kumpulan orang yang berjuang dijalan ALLAH

Jadilah seorang lelaki
Yang menjaga tutur katanya
Yang tidak bermegah dengan ilmu yang dimilikinya
Yang tidak bermegah dengan harta dunia yang dicarinya
Yang sentiasa berbuat kebajikan kerana sifatnya yang penyayang
Yang mempunyai ramai kawan dan tidak mempunyai musuh yang bersifat jembalang

Jadilah seorang lelaki
Yang menghormati ibu bapanya
Yang sentiasa berbakti kepada kedua orang tuanya
Yang bakal menjaga kerukunan rumahtangga
Yang akan mendidik isteri dan anak2 mendalami islam
Yang mengamalkan hidup penuh kesederhanaan
Kerana baginya dunia adalah rumah sementara untuk menuju akhirat

Jadilah seorang lelaki
Yang sentiasa bersedia untuk menjadi imam
Yang hidup dibawah naungan Al-Quran dan sifat2 Rasulullah
Yang boleh diajak berbincang dan berbicara
Yang menjaga matanya daripada berbelanja
Yang sujudnya penuh kesyukuran dengan rahmat Allah keatasnya

Jadilah seorang lelaki
Yang tidak membazirkan masa
Matanya kepenatan kerana membaca Al-Quran
Suaranya lesu kerana kuat berzikir
Tidurnya lena dengan cahaya keimanan
Bangunnya subuh penuh kecergasan
Kerana sehari lagi usianya bertambah kematangan

Jadilah seorang lelaki
Yang sentiasa mengingati mati
Yang baginya hidup didunia adalah ladang bagi akhirat
Yang mana buah kehidupan itu mesti dibaja dan dijaga
Agar berputik tunas untuk menjadi baka yang baik
Meneruskan perjuangan islam untuk hari kemudian

Jadilah seorang lelaki
Yang tidak teerpesona dengan buaian dunia
Kerana dia mengimpikan syurga ALLAH

demokampus.jpgSaban tahun, pilihanraya kampus (PRK) pasti mewarnai suasana di institusi pengajian tinggi dan juga kolej universiti di seluruh negara. Pada tahun ini juga, pasti kancah Pilihanraya Kampus yang mana telah dibubarkan semalam akan menjadi buah mulut masyarakat dan pemerhati politik tempatan.

Persoalan besar yang selalu bermain di minda ramai pihak ialah mengapa para mahasiswa mengambil berat akan pilihanraya ini? Adakah ingin menunjukkan jaguh atau sekadar suka-suka untuk menempah nama. Atau juga sebagai alat pro kepada kumpulan tertentu yang berkepentingan?

Saya sebagai salah seorang calon dan memenangi pilihanraya pada sesi lepas yang terlibat secara langsung dalam PRK pada tahun lalu berasa terpanggil untuk menyuarakan pendapat berkaitan demokrasi di gerbang ilmu ini.

Sebenarnya, Pilihanraya Kampus (PRK) disertai oleh para mahasiswa disebabkan oleh beberapa faktor. Antaranya adalah untuk menjadi pemimpin kepada pelajar itu sendiri. Sekiranya dahulu, pemilihan pengawas di sekolah hanyalah lantikan dan bukan pemilihan, tetapi ia senario berbeza di Universiti.

Mahasiswa mempunyai kebebasan untuk memilih mana-mana calon yang dirasakan layak untuk memimpun mereka. Yang boleh menjadi pemimpin dalam menyuarakan isu kebajikan mereka, yang boleh mengendalikan pesta konvokesyen, forum dan juga pelbagai program intelektual lain.

Para mahasiswa yang keluar mengundi inginkan satu kepimpinan yang boleh memacu perubahan ke arah penegakkan haknya di universiti. Pemimpin pelajar yang terpilih itu pula perlulah menjadi pemimpin yang mampu merubah persepsi rakan sebayanya mengenai potensi generasi muda dari seorang pelajar biasa kepada pelajar yang miliki idealisme tentang cita-cita hidup merentasi pembinaan moral dan akhlak seseorang individu, keluarga, masyarakat, negara dan dunia.Selain itu, pemimpin pelajar yang dipilih juga wajar dilihat sebagai pemimpin pembina budaya (culture builder).

Selanjutnya, PRK merupakan medan demokrasi unggul yang mengajar para mahasiswa erti pilihanraya. Bermula dari pemilihan calon, hari penamaan calon, kempen, risalah-risalah, manifesto, kain rentang dan pengiraan undi,ia merupakan situasi sebenar seperti dalam pilihanraya umum. Mahasiswa yang didedahkan dengan PRK, akan mengetahui cara-cara perjalanan pilihanraya dan juga peraturan semasa piliharaya yang seterusnya dapat diadaptasikan oleh mereka setelah keluar dari menara gading.

Demokrasi ini dilihat boleh menyedarkan para mahasiswa bahawa pangkahan mereka amat bernilai dalam mencorakkan kepimpinan pelajar. Jadi, faktor pemakaian demokrasi dalam diri mahasiswa adalah penting sebelum mahasiswa menemui dunia realiti yang lebih mencabar dan penuh dengan pancaroba dalam ilmu politik.

Selain itu, PRK juga diperkenalkan adalah kerana ingin mencari pemimpin pelajar yang boleh menjadi contoh teladan kepada masyarakat luar terutamanya muda-mudi yang mengalami krisis identiti sekarang.

Perkara ini mampu merungkai dan membawa keluar kerumitan dan kegelisahan masyarakat yang dilingkari dengan masalah sosial dan jenayah dalam kalangan remaja dan pelajar sekolah. Secara analisisnya, suara mahasiswa sebenarnya amat mahal dan apabila ia bersuara, pasti ada perkara yang perlu diberi perhatian oleh masyarakat.

Di samping itu, kepimpinan negara memerlukan pelapis yang boleh menjadi pengganti kepada pemimpin sedia ada sekarang. Negara memerlukan tenaga dan daya pemikiran pemimpin yang baru bagi melangkah gagah menghadapi arena globalisasi dan juga hal ehwal dalaman negara kita.

Sekiranya kita selongkar sejarah lama, pemimpin pelajar seperti Shabery Cheek, Mahathir Mohamad, Zahid Hamidi, Saifuddin Abdullah, Anwar Ibrahim, Ibrahim Ali, Husam Musa, Abu Bakar Chik dan ramai lagi pemimpin yang pernah memegang tampuk pemerintahan negara, pernah diasuh sebagai pemimpin pelajar.

Oleh yang demikian,jelas PRK bukan sekadar berseronok ketika kempen, tetapi juga mempunyai matlamat jangka panjang yang amat penting dalam pembangunan negara.
PRK turut mengajar erti kebebasan memilih kepada para mahasiswa dalam pemilihan pemimpin pelajar.

Para calon pula boleh menggunakan peruntukan dalam Perkara 10 klausa 1 Perlembagaan Persekutuan yang menyatakan bahawa setiap warganegara bebas bercakap dan mengeluarkan idea. Walau bagaimanapun, kebebasan tersebut tidak mutlak tetapi mempunyai beberapa sekatan tertentu yang antara lainnya melarang mahasiswa menyebarkan fitnah, ugutan, menghina calon lain dan juga menyebarkan provokasi.

Dalam Peraturan 64.5 Peraturan-Peraturan Pemilihan (Perjalanan Pemilihan) Majlis Perwakilan Pelajar (MPP) Universiti Kebangsaan Malaysia sendiri jelas melarang setiap calon dan wakilnya daripada membuat paksaan, ugutan dan deraan dalam apa jua bentuk terhadap orang perseorangan. Prinsip keadilan asasi (natural justice) boleh diterapkan ke dalam jiwa mahasiswa dan mereka dapat disedarkan dengan hak asasi untuk bebas membuat pemilihan.

Bagi setiap calon pula, sifat pemimpin pelajar yang neutral, tidak mempunyai agenda politik serta bukan jurucakap kepada parti politik perlu ada paa setiap mahasiswa yang ingin bertanding dalam PRK. Hal ini sejajar dengan konsep politik nilai mahasiswa dan juga Seksyen 15 kurungan 3 Akta Universiti dan Kolej Universiti 1971 yang menyatakan bahawa para pelajar dilarang menyatakan sokongan, simpati atau bangkangan terhadap mana-mana parti politik atau kesatuan sekerja.

Setelah diperhalusi tujuan PRK,maka saya merasakan bahawa PRK amat penting dalam mencorakkan pemikiran mahasiswa dan ia wajar dijadikan suatu nilai yang penting dalam diri mahasiswa. Dihujahkan bahawa pilihanraya peringkat mahasiswa bukan medan merebut kuasa seperti mendapatkan kerusi dewan undangan negeri atau Parlimen.

Pemilihan peringkat kampus juga bukannya medan membalas dendam atau menunjuk siapa yang lebih gagah dan lebih kuat. Tetapi medan pilihanraya kampus wajar dijadikan medan atau sekolah pembelajaran bagi mendidik mahasiswa untuk terlibat aktif dalam demokrasi sama ada di kampus dan di luar kampus setelah tamat pengajian mereka.

Suasana PRK pula perlulah adil dan berdemokrasi yang secara automatik akan melahirkan para mahasiwa menjadi lebih bermoral dan pro-demokrasi dalam menjana satu suasana politik sihat di Malaysia pada hari mendatang.

Oleh yang demikian, jelas bahawa matlamat pemilihan Majlis Perwakilan Pelajar wajar diterima oleh pelbagai pihak bahawa ia diadakan untuk mendidik erti demokrasi kepada mahasiswa. Sekiranya ia menyimpang jauh daripada matlamat asal, dibimbangi bahawa pemimpin yang dipilih bukan atas faktor kredibiliti atau kemampuan untuk memimpin,tetapi dipilih atas dasar ketakutan dan dipaksa.

Ini akan memberikan ancaman kepada kepimpinan negara boleh meruntuhkan keutuhan negara kita pada masa hadapan. Merujuk kepada kata-kata falsafah barat yang menyatakan bahawa ‘masa depan dibeli oleh masa sekarang’, maka mahasiswa seluruh negara wajar merenung kata-kata ini dan wajar persiapkan diri untuk memandu negara selepas ini.

Janganlah pilihanraya kampus yang bernilai tinggi ini hanya melahirkan pemimpin yang hanya ‘angguk-angguk,tetapi tidak berani ‘geleng-geleng’ dan ini akan merencatkan pertumbuhan penghasilan pemimpin masyarakat yang berkaliber di negara bertuah ini.

:::::BERSAMA MEMIMPIN PERUBAHAN::::



:) …… Mengenggam janji ……. :)

Tangisan sanubari telah terhenti
Kala suram suria memancar sinarnya
Pertemuan seindah bayangan firdausi
Menjadi zikir kasih yang suci

Lukisan dua jiwa menjadi satu
Terkenang detik bertemunya kau dan aku
Santun berhikmah mengingatkan diri
Hidup dan mati hanya untuk Ilahi

Mengenggam janji cinta ini
Bertemu kasih tanpa jasad
Bicara tanpa suara
Hanya tulisan bahasa indah
Mengeratkan antara kita
Hinggalah ke akhirnya

Kau ku sanjung kerna pengorbanan
Bagai puteri di kayangan
Tika ku lesu hadapi hidup
Kau hembuskan nafas semangat
Penawar hati




“Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya.
Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur.” (QS 25:61-62)

''Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, nescaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.'' (QS 16: 18).

Bersyukur merupakan salah satu kewajipan setiap orang kepada Allah. Begitu wajibnya bersyukur, Nabi Muhammad yang jelas-jelas dijamin masuk syurga, masih menyempatkan diri bersyukur kepada Allah. Dalam sebuah hadis disebutkan, Nabi selalu menunaikan solat tahajud, memohon maghfirah dan bermunajat kepada-Nya. Selesai solat, Nabi berdoa kepada Allah hingga solat Subuh.

Para ulama mengemukakan tiga cara bersyukur kepada Allah.
Pertama, bersyukur dengan hati nurani. Kata hati ikhlas nurani selalu benar dan jujur. Untuk itu, orang yang bersyukur dengan hati nuraninya sebenarnya tidak akan pernah mengingkari banyaknya nikmat Allah. Dengan detik hati yang paling dalam, kita sebenarnya mampu menyedari seluruh nikmat yang kita peroleh setiap detik hidup kita tidak lain berasal dari Allah. Hanya Allahlah yang mampu menganugerahkan nikmat-Nya

Kedua, bersyukur dengan ucapan. Lidahlah yang biasa melafazkan kata-kata. Ungkapan yang paling baik untuk menyatakan syukur kita kepada Allah adalah alhamdulillah. Dalam sebuah hadis, Rasulullah bersabda, ''Barangsiapa mengucapkan subhanallah, maka baginya 10 kebaikan. Barangsiapa membaca lailahaillallah, maka baginya 20 kebaikan. Dan, barangsiapa membaca alhamdulillah, maka baginya 30 kebaikan.''

Ketiga, bersyukur dengan perbuatan, yang biasanya dilakukan anggota tubuh. Tubuh yang diberikan Allah kepada manusia sebaiknya dipergunakan untuk hal-hal yang positif. Menurut Imam al-Ghazali, ada tujuh anggota tubuh yang harus dimaksimakan untuk bersyukur. Antara lain, mata, telinga, lidah, tangan, perut, kemaluan, dan kaki. Seluruh anggota ini diciptakan Allah sebagai nikmat-Nya untuk kita. Lidah, misalnya, hanya untuk mengeluarkan kata-kata yang baik, berzikir, dan mengungkapkan nikmat yang kita rasakan. Allah berfirman, ''Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur).'' (QS 93: 11).

Damn big you know this engine.

So it's the new year. Some of you have made resolutions. Some are looking forward to a good and productive year. Some might even be optimistic that things will change for the better in Malaysia. I happen to fall in all 3 categories. Yeah I'm a sentimental old guy. So sue me.

And so I thought I'd start off the new year by posting something that I found really funny. I saw it in the news portal The Malaysian Insider today. Let's call it The Case of The Missing Jet Engines.

The engines said to be worth RM100 million, were found missing after an audit in 2007. A police report was only lodged in early 2008 but the matter only came to light last month. This is after all the average speed things run here in Bolehland. 2 years. Quite good already. But not as good as what is to follow here...

Prime Minister Najib Razak was defence minister when the engines went missing. So whatever the outcome and whoever the thieves are it is ultimately the responsibility of the then minister in charge. Isn't it? Not here in Malaysia.

Inspector General of Police Tan Sri Musa Hasan has already announced that three low-ranking airmen and a company agent were the only ones involved in the theft. Notice that he specifically mentioned that they were low-ranking personnel. Why? I guess maybe it is to save on scapegoat fees or something. With one quick press statement all the top guys are exonerated. Kao Tim! No problem.

Also, it is only in Malaysia that the Inspector-General of Police can make a pronouncement like that even before the case has finished investigations and gone to court. Yup! Only 3 low-ranking airmen and an agent involved. Nobody else need be bothered by this. Didn't somebody else also make the same kind of pronouncement in the case of the exploding model?


ermmm,just nak crita satu kesah..pengajaran nih..

"Mana emak? "
"Mak pergi menoreh," jawabnya.
"Mana bapak?"
"Bapak pergi kerja..."
"Habis tu adik yang kecil ini siapa yang jaga?" Di situ ada seorang bayi dalam lingkungan umur 5 bulan.
"Adik ini sayalah yang jaga." Jawab budak berkenaan.
"Awak ada berapa orang adik-beradik? "
"Sepuluh."
"Adik ni yang ke berapa?"
"Saya yang kelapan."
"Mana abang-abang kamu pergi?"
"Tolong emak menoreh."
"Adik puasa hari ini?"
"Sama je pakcik, puasa ke tidak.. Kami ni makan sekali je sehari..." Jawabnya.
Mendengar kata-kata itu aku sungguh terharu.
Lalu aku bertanya lagi "Adik bersekolah dimana?"
"Saya tak sekolah.. Emak bapak tak mampu..".
"Bapak kerja apa?"
"Tangkap ikan kat sungai nak buat lauk bukak puasa ".

Budak itu memberi tahu, lebih baiklah bulan puasa berbanding bulan lain kerana pada bulan puasa mereka dapat makan kuih. Ada saja orang yang hantar. Aku berlalu dari situ dengan seribu-satu keinsafan. Kebetulan di simpang jalan ada orang menjual daging lembu tempatan. Aku beli satu kilo tulang lembu. Di kedai runcit pula, aku beli rempah sup dan sepuluh kilo beras untuk disedekahkan kepada keluarga itu. Bila saja aku beri barang-barang itu pada adiknya, dia melompat kegembiraan sambil menjerit "Yeh yeh..! Kita dapat makan daging malam ni..!". Aku bertanya kepada si kakak mengapa adiknya girang sangat. Dia memberitahu aku, sejak dari raya korban tahun lepas baru sekarang mereka berpeluang makan daging lembu sekali lagi. Seminggu kemudian aku datang lagi ke rumah itu. Bila mereka melihat aku datang, mereka girang menyambutku di pintu rumah. Kebetulan pada hari itu aku sempat berjumpa dengan ibu mereka. Sungguh menyedihkan cerita yang aku dengar: Anak yang berumur 4 tahun itu memberitahu padaku bahawa mereka sudah seminggu makan sup tulang yang aku berikan hari itu.

"Tiap-tiap hari mak buat sup, sedaplah Pakcik.."

Aku bertanya kepada emaknya macam mana dia lakukan hinggakan sup itu boleh tahan sampai satu minggu? Dia memberitahu padaku bahawa pada hari pertama dia merebus tulang itu,dia telah berpesan kepada anak-anaknya agar tidak membuangkan tulang yang telah dimakan. Dia kutip semula semua tulang-tulang itu dan merebusnya semula untuk dimakan pada hari berikutnya. Itulah yang dia lakukan setiap hari. Dia berkata

"Kalau tidak dapat makan isi, hirup air rebusan tulang pun dah lebih dari cukup untuk anak-anak saya. Dia orang suka sangat."
Aku bertanya lagi "Upah menoreh berapa makcik dapat?"
"Cuma RM3.00 sehari."
"Ayahnya bekerja macam mana"
"Kalau dia dapat ikan itulah yang dibuat lauk setiap hari."

Rupa-rupanya aku terlupa bahawa aku sebenarnya hidup dalam keadaan mewah..
Pernahkah anda menghirup air rebusan tulang yang direbus semula sepanjang hidup anda? Atau adakah anda buang saja tulang itu beserta daging-daging yang ada padanya kerana anda kata ianya "TAK SEDAP"? Mungkin kita sudah terbiasa hidup senang hinggakan kita lupa bahawa kalau pun kita susah, masih ramai lagi orang yang lebih susah dari kita.

7:35 AM

JARI yang LIMA



Pelbagai hikmah dan tafsiran yang boleh
diandaikan di sebalik jari anda yang lima. Cuba
perhatikan perlahan-lahan jari anda. Luruskan ia
ke hadapan dalam keadaan terbuka. Renung
dalam-dalam. Kewajipan solat lima waktu jangan
diabaikan.

Kemudian lekapkan jari itu di atas meja,
perhatikan. Bermula daripada jari kelingking yang
kecil dan kerdil, seperti manusia dan apa sahaja
akan bermula daripada kecil kemudian besar dan
terus membesar. Itulah fitrah insan dan alam
seluruhnya. Apa sahaja yang dilakukan mesti
bermula daripada kecil. Bak kata
pepatah "melentu buluh biarlah daripada
rebungnya". Kegagalan mendidik di usia ini akan
memberi kesan yang besar pada masa hadapan.

Naikkan kepada jari kedua, jari manis namanya.
Begitu juga dengan usia remaja. Manisnya seperti
jari yang comel mulus ini. Apatah lagi kiranya
disarungkan dengan sebentuk cincin bertatahkan
berlian, bangga tak terkira... pada ketika ini, alam
remaja menjengah diri. Awas!! Di usia ini
sentiasa dibelenggu dengan pelbagai cabaran
dan dugaan. Hanya iman dan taqwa menunjuk
jalan kebenaran. Pada usia ini, anda sudah baligh
dan mukalaf. Pastinya sudah dipertanggung-
jawabkan segala amalan di hadapan Rabbul Jalil.
Bersediakah anda??

Nah...naik kepada jari ketiga. Jari yang paling
tinggi, jari hantu namanya. Zaman remaja
ditinggalkan. Alam dewasa kian menjengah. Di
peringkat umur 30-an ini seorang itu telah
mempunyai status dan identiti dengan ekonomi
yang kukuh serta kerjaya yang teguh. Namun,
anda mesti berhati-hati kerana di kala ini
banyak "hantu-hantu pengacau" yang datang
menggoda. Hantu hasad dengki, hantu ego, hantu
tamak, hantu iri hati dan seribu macam hantu lagi.
Kalau gagal mengawal emosi lantas terus masuk
ke jerangkap nafsu dan syaitan. Justeru itu, amal
ibadat mesti dilipatgandakan.

Kita beralih kepada jari telunjuk. Jari inilah yang
mengungkap satu dan esanya Allah SWT ketika
solat. Genggamkan kesemua jari dan keluarkan
jari ini. Gagahnya ia sebagai penunjuk arah,
menjadi contoh dan tauladan. Manusia yang
berada di tahap usia ini, hendaklah tampil
sebagai model kepada generasi baru dan
pembimbing yang kaya dengan idea bernas dan
minda yang hebat.

Akhir sekali, renung ibu jari. Ianya besar dan
pendek tetapi menunjukkan kematangan dan
kehebatan yang membanggakan. Tugasnya
membenarkan sesuatu dan mentafsirkan pelbagai
perkara. Bak kata orang Jawa "cap jempol" atau
cap jari. Kalau dia ada, semua urusan berjalan
lancar. Buat generasi muda, rujuk dahulu kepada
orang tua atau yang berpengalaman. Sekiranya
petunjuk mereka anda patuhi, nescaya anda boleh
berkata "good" atau "yes" sambil menggengam
semua jari dan angkat ibu jari ke atas itulah rahsia
kejayaan anda.

Akhirul kalam, cuba lihat sekali lagi jari anda yang
kelima-limanya itu. Renung dan fikir dalam-dalam.
Di manakah anda sekarang???